Bukti Cinta Sang Legenda

Opini,
Dilihat 144 kali
Penulis : Mega Ayu Oktavina

Cinta tak memandang status sosial. Seorang raja sekalipun rela memberikan apasaja demi sang tercinta. Alkisah hiduplah seorang raja bernama Mahmud Syah III di sebuah kerajaan di tanah melayu yang jatuh hati kepada seorang puteri bernama Engku Puteri binti Raja Haji Syahid Fisabilillah. Demi pembuktian cintanya kepada sang puteri, tak tanggung-tanggung beliau memberikan sebuah pulau sebagai mahar pernikahannya. Pulau itu bernama Pulau Penyengat yang terletak di Kepulauan Riau.

Di tanah jawa, alkisah seorang pangeran bernama Pangeran Bandung Bondowoso bermaksud mempersunting seorang puteri bernama Roro Jonggrang. Demi mengejar cintanya, sang pangeran mau menerima persyaratan tidak masuk akal yang diajukan sang puteri. Seribu candi harus selesai dibangun hanya dalam waktu satu malam. Persyaratan yang mustahil untuk diselesaikan secara logika. Persyaratan yang sengaja sang puteri berikan untuk menolak cinta sang pangeran. Pada akhirnya, persyaratan itu menjadi sebuah petaka. Pangeran gagal memenuhi persyaratan sang puteri. Roro Jonggrang dikutuk menjadi candi ke seribu oleh pangeran Bandung Bondowoso. Cinta yang berujung petaka.

Cinta terkadang memang membutakan. Rela memberikan banyak harta benda dan melakukan banyak hal tak logis demi sang pujaan hati. Kalau memang mampu sih gak masalah ya mau memberikan dan melakukan apapun. Mahar yang luar biasa wah seperti Pulau Penyengat sekalipun wajar saja untuk diberikan sebagai mahar, toh yang melamar adalah seorang raja dan yang dilamar juga seorang puteri kerajaan. Tapi yang ngenes itu kalau ujung-ujungnya berakhir dengan penolakan atau bertepuk sebelah tangan seperti yang dialami pangeran Bondowoso.

Pada dasarnya, pemberian harta benda yang melimpah maupun melakukan hal-hal tertentu itu layak dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada sang pujaan hati, khususnya kepada seorang wanita yang dianggap spesial. Banyak pengorbanan yang akan dilakukan oleh sang wanita ketika telah dipersunting oleh seseorang. Misalnya saja, beberapa wanita memilih untuk berhenti bekerja demi mengurus keluarganya. Rela ikut suaminya pergi keluar kota atau bahkan keluar negeri dan meninggalkan orang tua demi mendampingi suaminya. Banyak lagi hal-hal yang dikorbankan oleh sang wanita ketika telah menikah. Pengorbanan yang mungkin dipandang remeh oleh sebagian orang.

Well, pada dasarnya tak perlu memberikan sebuah pulau sebagai mahar ataupun membangun candi demi membuktikan cinta seperti sang legenda. Berilah mahar sewajarnya dan kejar sang pujaan hati dengan cara yang wajar pula. Tunjukan keseriusan dan ketulusan maksud hati, semoga disambut dengan tangan terbuka oleh sang pujaan.



Komentar (0)

Buat Komentar

Hapus
(*) = Wajib diisi
Whatsapp Gedung Manten