Hujan : 1% Air, 99% Kenangan

Opini,
Dilihat 104 kali
Penulis : Mega Ayu Oktavina

Siapa disini yang suka hujan ?

Beberapa orang menyukai hujan. Lebih tepatnya suasana ketika hujan. Sejuk, suara air hujan yang syahdu dan aroma tanah yang basah, hmm… bawaannya jadi pengen tidur atau makan mie rebus rasa kaldu ayam. Sebagian orang memilih tidur, sebagian orang memilih makan mie rebus, sebagian orang lagi tidur sambil makan mie rebus (dalam mimpi, krik, garing-red). Sisanya adalah orang-rang yang larut dalam kenangan.

Suasana syahdu ketika hujan memang dapat dengan mudah mengingatkan kembai akan kenangan-kenangan di masa lalu. Kenangan indah, kenangan menyedihkan atau kenangan yang sebenarnya sih gak mau untuk mengenangnya kembali. Tapi tetap saja kenangan itu hadir, tanpa permisi.

Masih menjadi pertanyaan ‘kenapa hujan bisa membangkitkan kenangan di masa lalu?’. Padahal secara teoritis, komponen utama hujan itu air. Kalau air bisa membangkitkan kenangan, apakah ketika nyuci piring yang juga pakai air bisa membangkitkan kenangan?’

Hmm…masih misteri.

Jadi gak heran kalau rasa galau akan meningkat signifikan ketika hujan tiba. Bahkan tanpa sadar gak cuma jendela aja yang basah karena kena air hujan, tapi pipi juga basah karena air mata. Eaaaa….

Eits, hujan itu gak cuma bikin galau kok. Banyak inspirasi yang juga bisa timbul saat hujan. Banyak pencipta lagu ataupun penulis puisi baik yang sudah profesional maupun seniman atau sastrawan dadakan yang justru dapat ide ketika hujan tiba.

Masih menjadi misteri juga ‘kenapa hujan juga bisa mendatangkan ide-ide cemerlang sebagai karya seni maupun sastra?’

Gak heran kalau banyak seniman atau sastrawan yang menanti hujan dan menyambutnya dengan penuh suka cita ketika hujan tiba. Ingatlah bahwa hujan itu adalah rahmat dari Yang Maha Kuasa. Jadi yaa wajar saja kalau hujan itu bisa mengaduk-ngaduk emosi seseorang dan mengalirkan ide-ide cemerlang pula. Tinggal mengatur cara kita menyikapinya, membiarkan diri larut dalam kenangan masa lalu atau menjadikan hujan sebagai inspirasi untuk menghasilkan mahakarya demi masa depan. Tapi kalau tetap memilih untuk tidur atau makan mie rebus sebagai wujud menikmati hujan sih juga gak ada yang melarang.

Yak, seketika penulisnya jadi pengen makan mie rebus. Rasa kaldu ayam kayaknya enak. 



Komentar (0)

Buat Komentar

Hapus
(*) = Wajib diisi
Whatsapp Gedung Manten