Lensa Pernikahan (Bagian 1) : Untold Story of A Wedding Videographer

Opini,
Dilihat 226 kali
Penulis : Mega Ayu Oktavina

Banyak kenangan yang layak diabadikan dari sebuah acara pernikahan. Sebuah momen sakral yang diharapkan hanya berlangsung sekali seumur hidup, sampai maut memisahkan. Maka dari itu, disinilah seorang videografer atau kang syuting bertugas yaitu mengabadikan setiap kenangan indah dalam suatu acara pernikahan melalui tayangan video.

 

Artikel kali ini akan mengulas tentang suka dan duka (biar imbang, hehe) menjadi seorang videografer pernikahan. Narasumbernya tentu orang yang memang bekerja sebagai videografer pernikahan. Bagian pertama dari artikel ini akan mengulas bahagianya menjadi seorang videografer pernikahan, sedangkan bagian kedua akan mengulas tentang ‘ribetnya’ menjadi seorang videografer pernikahan. Jadi, ikuti terus artikel kami di gedungmanten.com yaa…

 

Let’s check it out….

 

Jadi videografer pernikahan itu enak kok, karena….

1.      Dapat duit dong !

Namanya juga kerja, wajar kan kalau dapat upah dari usaha yang telah dilakukan. Bayarannya pun juga harus mengikuti standar. Kalaupun nawar yaaa jangan afgan dong (sadis-red). Maka dari itu, pelayanan yang diberikan oleh videografer pernikahan juga harus sesuai dengan bayarannya. Tidak ada yang dirugikan, semua happy !

 

2.      Hobi yang dibayar

Bagi mereka yang memang memiliki hobi dalam dunia fotografi dan videografi, pasti nyaman dan happy banget dengan pekerjaan ini. Mereka dapat menyalurkan hobi, bersenang-senang, mengasah kemampuan, dan dibayar pula. Yup, pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. ‘Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan ?’

 

3.      Banyak melihat indahnya ciptaan Tuhan

Oke, bagian ini khusus bagi para videografer yang masih jomblo alias belum punya pasangan sah ya. Tamu-tamu yang hadir di suatu acara pernikahan, baik tamu pria maupun wanita, tentu mempersiapkan penampilannya sebaik dan seindah mungkin,. Bahkan terkadang, tampilannya bersaing dengan mempelainya (-_-). Disinilah, salah satu sisi kebahagiaan seorang videografer yang masih jomblo. Melihat indahnya ciptaan Tuhan tanpa khawatir ketahuan sama pemilik keindahan tersebut.

 

4.      Makan enak, beragam menu

Menu makanan enak di tiap acara pernikahan merupakan daya tarik tersendiri. Beragam menu serba wah disajikan oleh tuan rumah. Tamu dan pihak-pihak pendukung acara pernikahan tinggal pilih menu (prasmanan) atau duduk manis menunggu piring terbang yang diantarkan oleh pelayan langsung ke kursi tamu. Nah, videografernya jangan ketinggalan dong. Meskipun makannya sering belakangan karena harus stand by merekam momen saat makan bersama, tapi biasanya tuan rumah sudah menyediakan makanan khusus bagian videografernya. Asik, tetap bisa ikut menikmati makanan enak deh!

 

5.      Memperluas jejaring silaturahmi

Seorang videografer pernikahan umumnya memiliki sifat yang ramah dan supel (mudah bergaul dengan orang lain). Karakter ini dibutuhkan demi kelancaran mendapatkan job atau kerjaan berikutnya. Semakin banyak orang yang ditemui, semakin banyak bekerjasama dengan orang lain, semakin luas pula jejaring pertemanan dan silaturahminya. Hal ini tentu menguntungkan bukan ? Terutama saat mencari job atau kerjaan di acara lainnya.

 

 

6.      The guardian of wedding memories

Sungguh bahagia rasanya jika menjadi bagian dari kebahagiaan seseorang, meskipun hanya sebagai perekam kenangan. Kenangan yang bisa ‘diputar’ berulang-ulang melalui sebuah tayangan video. Apalagi jika (seandainya ada dan semoga ada), pasangan yang batal bercerai setelah menyaksikan tayangan ulang pernikahan mereka dan mengenang kebahagiaan mereka saat acara pernikahannya terdahulu. Secara tidak langsung, sang videografer ikut berperan dalam mempertahankan rumah tangga mereka. Tentunya, pahala akan ikut mengalir kepada sang videografer yang pernah mengabadikan memori indah mereka.

 

-Sekian-



Komentar (0)

Buat Komentar

Hapus
(*) = Wajib diisi
Whatsapp Gedung Manten