Rumput tetangga lebih hijau

Opini,
Dilihat 133 kali
Penulis : Mega Ayu Oktavina

Kehidupan setelah meningkah alangkah lebih baik jika memulai hidup secara mandiri. Tinggal di rumah sendiri meskipun masih ngontrak atau ngekos. Setelah tinggal hidup di rumah sendiri, pastilah perlu beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan status yang baru pula sebagai pasangan suami istri.

Beruntung jika setelah menikah, keuangan rumah tangga sudah dalam kondisi berkecukupan. Tapi biasanya sih yang namanya memulai hidup baru diawali dengan krisis keuangan dalam rumah tangga. Bahkan pernah ada yang menyebutkan bahwa ujian pada lima tahun pertama pernikahan adalah krisis keuangan. Wajar, asal jangan sampai menyerah untuk meningkatkan kualitas hidup khususnya menstabilkan kondisi keuangan rumah tangga. Berat, tapi pasti bisa selama tak berhenti mencari jalan dan berdo’a untuk selalu dibukakan pintu-pintu rezeki.

Ketika memberanikan diri untuk bisa hidup mandiri, tinggal terpisah dari rumah orang tua maupun mertua, maka artinya telah siap untuk segala konsekuensinya. Benar-benar harus siap untuk mandiri, mencukupi kebutuhan sendiri. Mengelola keuangan sendiri dan siap memutar otak untuk mencari tambahan pemasukan.

Satu hal lagi, ketika siap untuk tinggal secara mandiri, berarti juga harus siap menghilangkan gengsi dan iri dengan kondisi keuangan tetangga kanan kiri yang mungkin terlihat lebih mewah dari kondisi keuangan sendiri. Ada pepatah menyebutkan kalau rumput tetangga lebih hijau. Kelihatannya sih kehidupan tetangga itu lebih enak.

Sama ketika kita memesan makanan bersama teman dengan menu yang berbeda. Entah kenapa, ketika makanan yang dipesan telah di hidangkan, justru menu makanan yang dipesan oleh teman terlihat jauh lebih lezat. Yak, piring tetangga terlihat lebih lezat. Bahkan rasanya kita ingin menukar menu makanan dengan makanan teman.

Yaahh seperti itulah hidup jika kita masih belum banyak bersyukur akan nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Rumput tetangga lebih hijau ini juga berlaku bagi orang-orang yang sering galau melihat kesuksesan orang lain. Padahal, definisi sukses setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang merasa sukses ketika memiliki banyak harta. Ada yang merasa sukses ketika sudah kuliah S3. Ada yang merasa sukses karena telah menikah lebih dahulu dibandingkan rekan seangkatan.

Bagi yang merasa mulai mendapat tekanan karena melihat rekan seangkatannya bahkan adik kelasnya sudah mulai sebar undangan nikah sedangkan kalian masih belum bertemu dengan jodohnya, percayalah bahwa Tuhan tahu waktu terbaik untuk mempertemukan pasangan kalian. Biasanya ketika kita sudah melewati masa-masa penuh tekanan itu dan telah menikah di waktu yang semestinya, barulah tersadar bahwa Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk hambanya. Bersyukurnya suka telat. Ketika sadar bahwa ‘ada untungnya’ baru menikah sekarang, baru bisa bilang terima kasih kepada Tuhan. Mendingan telat sih daripada gak bersyukur sama sekali. Lebih baik lagi untuk bisa selalu bersyukur. Reminder untuk kita bersama. Kita, iya kita. Kamu dan aku.



Komentar (0)

Buat Komentar

Hapus
(*) = Wajib diisi
Whatsapp Gedung Manten